Financial Planning Untuk Generasi Millenial

Pernah dengar tentang ungkapan yang mengatakan bahwa generasi milenial biasanya sulit memiliki rumah? Hal ini juga ternyata diungkapkan dalam sebuah media online pada saat beberapa tahun lalu. Generasi milenial adalah sebuah sebutan atau yang biasanya generasi milenial merupakan seseorang yang lahir pada tahun sekitar 1980 sampai dengan tahun 1999 yang dimana biasanya mengalami pergeseran soal kebutuhan.

Finansial yang memang dibutuhkan oleh para Millenial

Seperti sebuah survei yang menyebutkan, dan juga sudah pernah diadakan oleh Litbang Kompas yang dimana mengatakan kepada generasi milenial dengan sebuah pernyataan apakah menganggap hunian sebagai sebuah kebutuhan utama? ternyata dalam jawabannya 60 sampai 80 persen yang menyatakan bahwa penting namun, pilihan mereka adalah jenis hunian apartemen yang memiliki kemudahan akses transportasi dan juga fasilitas yang lebih praktis. 

Financial Planning Buat Generasi Millenial

Survei Bank Dunia sendiri yang dimana menunjukan pada tahun 2025 sendiri jika pertumbuhan penduduk indonesia yang akan mencapai sekitar lebih dari 68 % yang nantinya akan tinggal di kawasan perkotaan. Dengan adanya sebutan dari generasi milenial yang tinggal di perkotaan, dimana kebutuhan primer mereka adalah rumah tempat tinggal. Sedangkan hunian di perkotaan yang dimana memiliki sebuah askes transportasi yang mudah, ternyata sangat mahal jika dibandingkan dengan penghasilan yang tentunya diperoleh oleh para generasi milenial. Dengan sebuah harga rata-rata yang dimana biasanya yaitu minimum 400 juta untuk sebuah harga dari apartemen yang dimana biasanya berada di tengah kota, yang biasanya dimana dengan sebuah pengeluaran yaitu 4-7 juta perbulan. Bisa dikatakan dimana untuk dapat mengangsur sebuah harga rumah atau juga harga apartemen yang seharga 400 juta dibutuhkan sejumlah 3-4jt perbulan. Dengan sejumlah gaji yang biasanya diperoleh oleh para generasi milenial, jelas ketika memiliki sebuah hunian di tengah kota tentunya akan mengalami sebuah kesulitan. Namun, sebagai bagian dari seorang generasi milenial, dimana pastinya anda juga tak ingin menerima alasan tersebut begitu saja. Lalu, bagaimana tips and trik untuk dapat menyiasatinya?

Dalam sebuah kesempatan yang dimana Bapak Budi Rahardjo selaku technopreneur, yang dimana beliau sendiri menerangkan bahwa pengelolaan finansial sendiri akan berbeda-beda berdasarkan dengan pertambahan usia yang dimana biasanya hal tersebut juga berdasarkan pada usianya, pengelolaan financial ini biasanya akan dibagi menjadi 3 yaitu :

Usia 20 tahunan

Usia produktif yang dimana biasanya dalam usia ini belum begitu banyak karena masih banyak yang belum memiliki tanggungan. Namun hal ini jangan dijadikan sebuah alasan untuk dapat berleha-leha. Dimana pada usia ini sendiri pastikan anda memiliki dana darurat setidaknya enam kali biaya hidup untuk dapat memberikan rasa aman terhadap hidup. 

Usia 30 Tahunan

Pada usia ini, yang dimana nantinya anda akan lebih memiliki banyak kebutuhan. Tapi anda tetap bisa melakukan berbagai macam kerja sampingan yang tentunya bisa menambah pemasukan anda. Kendalikan juga gaya hidup, dimana anda harus hidup dengan tabungan yang seimbang dan juga mempunyai sebuah rencana atau dana pensiun yang nantinya akan anda gunakkan. 

Usia 40 sampai 50 tahun

Dimana di usia ini setidaknya anda akan menyisakan 15 atau 25 persen dari pendapatan anda untuk sebuah dana pensiun, dana darurat dan juga tabungan umum. Dalam usia ini dimana pastikan juga tingkat kemapanan anda dengan melihat seberapa besar uang tabungan dan juga uang pensiun yang anda miliki. 

Sedangkan untuk perencanaan keuangan dibagi dalam beberapa tahap yaitu:

  • Kalkulasi semua kebutuhan keuangan untuk masa depan
  • Menetapkan sebuah tujuan keuangan
  • Membuat sebuah rencana keuangan
  • Analisa berbagai macam kondisi keuangan yang ada pada saat ini
  • Implementasi dan juga sebuah monitoring

Berbicara tentang sebuah financial planning yang dimana memang suatu hal yang dibutuhkan adalah sebuah kecerdasan. Seperti kecerdasan untuk dapat mengolah atau juga menahan sebuah perasaan ingin. Seperti ingin jalan-jalan, ingin merasakan foya-foya, ingin makan enak dan juga ingin sebuah merasakan sebuah belanja yang banyak. Semua rasa yang ingin akan hal-hal yang dimana menyenangkan, sebuah harus bisa sebuah dikelola dengan sebuah baik. Selain itu, menurut sebuah Bapak Budi Raharjo, yang dimana kesuksesan dari sebuah financial yang dimana ditentukan oleh 5 prinsip kecerdasan, yang dimana di antaranya kecerdasan yang menghasilkan uang. 

Kecerdasan menghasilkan uang

Ada penghasilan yang disebut aktif income, dengan penghasilan jenis ini yang diperoleh dengan bekerja dan berbentuk sebuah gaji ataupun juga honor yang biasanya akan didapatkan. Ada Pula yang dimana penghasilan yang disebut dengan nama pasif income, untuk pasif income sendiri yang dimana penghasilan jenis ini diperoleh dari aset yang akan dihasilkan. Seperti kontrakan, bunga bank dan juga hasil dari investasi saham dan juga investasi lainnya. 

Kecerdasan mengalokasikan uang

Jika nantinya penghasilan anda masih sama dengan Upah minimum yang ada di provinsi jangan gunakan sebuah cicilan atau kredit. Karena hal ini yang dimana merupakan suatu hal yang bisa mencekik keuangan anda di kemudian hari. Jika nantinya penghasilan anda sudah 2x UMP, yang dimana nantinya dalam hal ini anda bisa gunakan cicilan tapi dimana biasanya hanya sebuah batas maksimum 30% dari total gaji. 20%nya di gunakan untuk menabung. Sisanya biasa anda pakai untuk kebutuhan anda sehari-hari.

Alokasikan sedikitnya uang yang memang kalian miliki per Hari / per minggu / perbulan / pertahun.

Dijana seiring dengan perkembangan zaman yang di mainan biasanya akan berbanding lurus dengan segala kemudahan termasuk juga sebuah kemudahan untuk dapat berhutang. Banyak generasi milenial yang terlena dengan segala kemudahan tersebut termasuk kemudahan mendapatkan kartu kredit padahal gaji yang didapatkan masih pas-pasan. BPJS atau yang dimana dikenal dengan sebuah istilah budget pas-pasan jiwa sosialita begitulah gaya hidup generasi milenial. Biasakan jika anda generasi milenial untuk dapat mengkotak-kotakan sebuah kepentingan yang ketika anda ingin mengeluarkan sebuah uang. Mana yang dimana tergolong sebuah kebutuhan primer, sekunder dan juga tersier. Selalu anda biasakan untuk menabung agar masa tua.

Kecerdasan Mengembangkan Uang

Yang dimaksud dari sebuah kecerdasan mengembangkan uang adalah dimana sebuah kecerdasan dalam buat uang anda bisa bertambah. Misalnya adalah anda bisa berinvestasi, deposito atau juga bermain trading saham. Investasi sendiri adalah salah satu yang dimakan paling baik dilakukan yang menjadi suatu hal yang anda pahami. Sebelum berinvestasi anda juga bisa menali terlebih dahulu portofolio tentang produk investasi yang akan anda gunakan. Apakah investasi tersebut masuk ke dalam investasi konservasi yaitu dengan cara menjaga nilai tetap utuh atau juga moderat yaitu dimana anda berani mengambil sebuah resiko. 

Kecerdasan Melindungi Uang

Asuransi sendiri adalah salah satu langkah cerdas untuk dapat melindungi uang anda. Baik asuransi jiwa maupun juga asuransi kekayaan atau juga sebuah dana pensiun. Dengan mendaftarkan asuransi, sebenarnya anda telah berusaha untuk mengurangi sebuah resiko kerugian anda di masa yang akan datang dan juga terhadap beberapa hal yang tak terduga yang bisa terjadi. 

Itulah beberapa hal dalam menyiapkan atau menyusun financial planner yang digunakan untuk para kaum milenial. Dimana di era sekarang ini kaum milenial dimudahkan dengan berbagai macam kemudahan yang pada akhirnya mendorong sifat konsumtif yang ada. Dan financial planner ini merupakan sebuah hal yang harus di terapkan di kehidupan milenial.