Berbagai Jenis Aset Finansial

Dalam sebuah dunia ekonomi, ada beberapa jenis aset yang nantinya perlu untuk anda pahami Apa sajakah itu ? Pada dasarnya, aset adalah segala hal yang berhubungan dengan sebuah keuangan, seperti yang dikutip dari The Balance Small Business.

Aset sendiri nantinya bisa berwujud uang atau pun juga benda lainnya dan nantinya dapat dimiliki oleh seseorang atau sebuah dimiliki oleh sebuah bisnis. Dalam sebuah bisnis, aset menjadi sebuah hal yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung sebuah operasional dan perkembangan untuk sebuah bisnis, termasuk untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Selain itu, aset juga bisa menjadi sebuah potensi keuntungan yang ada di masa depan.

Berbagai Jenis Aset Finansial

Ada beberapa jenis aset yang umum akan dimiliki oleh seseorang atau sebuah bisnis. Berdasarkan dengan kemampuan pertukarannya, aset sendiri menjadi sebuah hal yang dibagi menjadi aset lancar (current assets) dan juga sebuah aset tidak lancar. Aset lancar atau (current assets) adalah sebuah aset yang dapat dikonversikan menjadi sejumlah uang tunai dalam satu tahun atau satu siklus operasi seperti yang di tulis di Investopedia.

Sebuah aset ini biasanya akan digunakan untuk dapat mendukung sebuah pengeluaran operasional. Aset lancar menjadi sebuah hal yang sering dianggap sebagai tolok ukur dari likuiditas atau kemampuan perusahaan dalam memenuhi sebuah kewajiban dan utang jangka pendeknya.

Perputaran aset lancar sendiri menjadi sebuah hal yang terbilang cepat, karena bisa digunakan untuk sebuah keperluan sehari-hari. Walaupun aset lancar sendiri berkurang, tetapi aset ini nantinya akan cepat tergantikan oleh aset yang lainnya. Beberapa contoh yang termasuk ke dalam jenis aset lancar adalah uang tunai, tabungan, deposito, dan juga piutang lancar yang dapat ditagih.

Aset tidak lancar merupakan kebalikan aset lancar

Aset tidak lancar sulit membutuhkan waktu yang lama untuk dikonversikan menjadi bentuk yang lain. Maka tidak heran jika aset sering disebut juga sebagai aset jangka panjang. Biasanya, aset tidak lancar baru akan dikonversikan menjadi bentuk lain dalam waktu satu tahun. Jenis aset ini nantinya tidak dapat dijadikan sebuah alat pembayaran yang sah. Ada dua jenis aset yang nantinya tidak lancar, yaitu aset tetap atau yang dikenal dengan (fixed assets), aset tidak berwujud (intangible assets), dan juga investasi jangka panjang. Berikut ini adalah penjelasan ketiganya :

Aset tetap (fixed assets)

Pengertian aset tetap sendiri adalah salah satu jenis aset berwujud atau dapat disentuh secara fisik. Jenis aset yang satu ini biasanya dapat digunakan sebuah perusahaan dalam proses produksi atau proses layanannya yang berlaku dalam jangka panjang, yaitu biasanya dapat berlaku lebih dari satu tahun atau bahkan berlaku secara permanen.

Umumnya, aset tetap sendiri dapat digunakan oleh perusahaan itu sendiri, tidak untuk dijual kepada pihak lainnya kecuali memang ada hal-hal yang sangat mendesak perusahaan untuk menjualnya. Namun, karena digunakan dalam jangka yang panjang, ada kemungkinan nilai dari aset tersebut nantinya akan dapat menyusut atau berkurang. Contoh aset yang termasuk ke dalam jenis aset tetap antara lain seperti gedung, properti, tanah, mesin, kendaraan, dan juga peralatan kantor.

Aset tidak berwujud (intangible assets)

Sesuai dengan namanya, aset tidak berwujud sendiri adalah sebuah aset yang nantinya tidak dapat dilihat atau tidak dapat disentuh secara fisik. Walaupun tidak dapat dilihat secara fisik, aset ini nantinya memiliki sebuah nilai dan manfaat bagi perusahaan. Aset ini memiliki sebuah nilai yang berkebalikan dengan aset yang tetap. Jika nilai aset tetap umumnya akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu, nilai aset tidak berwujud nantinya justru akan semakin lama dapat semakin tinggi.

Mayoritas aset tidak berwujud tersebut juga dilindungi oleh perundang-undangan. Contoh dari aset yang termasuk ke dalam jenis aset tidak berwujud antara lain adalah hak guna bangunan, hak paten, hak sewa dan juga goodwill atau kelebihan dalam sebuah aset.

Investasi jangka panjang

Sederhanya, investasi adalah sebuah penanaman dana atau sebuah aset untuk dijual kembali dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang nantinya akan datang. Aktivitas investasi ini nantinya tidak hanya dapat dilakukan oleh individu, tetapi juga bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan atau jenis kelompok lainnya. Biasanya, sebuah perusahan akan berinvestasi jangka panjang di perusahan lainnya.

Investasi perusahaan tersebut nantinya akan dicatat pada laporan neraca perusahaan yang telah diinvestasikan. Di masa depan, nilai investasi tersebut nantinya diharapkan akan bertambah dan menjadi keuntungan bagi pihak investor.

Saham

Saham sebagai sebuah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan bisa berupa reksa dana campuran, reksa dana saham, dan juga juga saham biasa. Dengan resiko yang juga tergolong tinggi, saham memberikan potensi keuntungan yang nantinya akan jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 20% per tahun.

Milenial yang tertantang dengan keuntungan yang tinggi bisa memanfaatkan transaksi saham. Sekarang ini ada berbagai macam aplikasi yang dilengkapi fitur-fitur mumpuni untuk milenial di dalam investasi saham yang akan digunakan untuk dapat mendongkrak aset yang dimiliki dan akan mendapatkan berbagai keuntungan darinya.

Aset fisik

Aset fisik ini bisanya berupa sebuah emas, batu permata, dan juga properti. Karena dipegang sendiri oleh milenial, keuntungannya bisa cukup bervariasi, tergantung dari bentuk investasi yang nantinya dipilih. Keunggulan utama dari kelas aset ini tentu saja investor nantinya akan memegang langsung produk investasinya.

Pro dan Kontra Aset Keuangan

Tugas utama aset keuangan, yang nantinya dibahas di atas, adalah proses menghasilkan sebuah pendapatan. Kemampuan untuk menghasilkan pendapatan nantinya tetap dalam proses investasi atau aktivitas operasi dari karakteristik utama dari aset keuangan.

Penting untuk dipahami bahwa nilai-nilai yang yang ada di dalam dan di proses penggunaan aset, memiliki sebuah hubungan langsung dengan faktor likuiditas. Tentunya kita berbicara tentang prinsip bahwa aset harus cair. Ini berarti Anda nantinya bisa mengkonversikannya menjadi uang tunai dengan nilai pasar yang juga wajar. Karakteristik ini nantinya sangat penting karena memastikan registrasi perusahan yang ada dalam kondisi buruk.

Jadi, penting nantinya untuk mencatat aset-aset yang telah anda miliki untuk dapat memahami hak dan juga kewajiban sebuah ekonomi anda. Bagi perusahaan, pencatatan aset juga nantinya akan diperlukan sebagai sebuah tanda dalam laporan neraca di sebuah perusahaan.

Demikian itulah beberapa jenis aset Finansial yang harus anda ketahui, terutama anda yang merupakan milenial yang sedang memahami tentang produk dan jenis-jenis finansial. Pada intinya, real asset memiliki nilai yang lebih stabil dan tidak terpengaruh pada faktor ekonomi makro.

Sedangkan, financial asset sendiri memiliki nilai yang tidak stabil dengan tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Keduanya memang memiliki sebuah manfaat tersendiri dan nantinya perusahaan dapat dipastikan memiliki kedua jenis aset ini untuk dapat menunjang kondisi keuangan serta kelancaran sebuah bisnis.