Ketahui Ini Dulu Sebelum Membangun Fintech

Zaman sekarang ini orang-orang  sudah tidak berbondong-bondong pergi ke bank untuk mengajukan sebuah pinjaman uang. Kata ‘fintech’ menjadi sangat terkenal dikalangan masyarakat dan juga membuat para perusahaan atau para pebisnis bagi para pemula menjadi lebih tergiur lagi untuk berurusan dengan fintech daripada bank. Apalagi fintech yang dapat dipercaya dapat membantu para pebisnis untuk bisa menghasilkan uang dari usaha secara cepat. Kondisi yang satu ini dapat membuat bank atau sebuah lembaga keuangan tradisional lainnya harus bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Hasilnya dari perkembangan ini membuat banyak pebisnis atau perusahaan mulai berlomba-lomba untuk menciptakan fintech startup.

Namun, mendirikan fintech tidak semudah yang kita bayangkan. Hal ini memerlukan perencanaan dan pemikiran yang cermat juga tepat. Nah, berikut ini ada beberapa panduan yang rekan-rekan Career Advice bisa gunakan untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum meluncurkan fintech startups. 

Pahami Peraturan Secara Jelas

Pastinya segala hal sangat memerlukan peraturan yang tertera sangat jelas. Apalagi ini menyangkut dengan keuangan, tentu saja semua orang harus mengetahui peraturannya dengan sejelas mungkin. Peraturan-peraturan yang digunakan pada fintech yang kita dirikan perlu dilindungi oleh sistem keuangan yang sah. Tujuannya agar kita terhindar dari penyalahgunaan atau menyalahgunakan kepercayaan konsumen.  

Memang sih ini bukan hal yang mudah, namun membangun startup yang berkaitan dengan fintech bukan hanya membuka banyak peluang bisnis baru, namun juga dapat membantu sistem keuangan bola tangkas terbaru negara menjadi lebih baik dan berinovasi. Jadi jika rekan-rekan Career Advice membuat startup fintech, secara tidak langsung rekan pembaca juga sedang berkontribusi atas kemajuan ekonomi di Negara kalian. 

Bersiap untuk Bersaing dengan Institusi Keuangan Lainnya

Walaupun sudah banyak masyarakat yang berpaling dari bank dan memilih startup yang berkaitan dengan fintech, namun bukan berarti fintech memiliki persaingan yang tidak ketat. Justru karena perkembangan teknologi inilah telah membuat banyak orang berlomba-lomba membuat startup fintech.  

Oleh karena itu, jika rekan pembaca benar-benar ingin mendirikan startup fintech, maka rekan pembaca harus menyiapkan diri untuk bisa bersaing dengan mereka dan meraih perhatian dari para konsumen sebanyak mungkin. 

Pastikan Kita Menjaga Kepercayaan Para Pelanggan. 

Dalam segala hal yang berkaitan dengan “uang”, kita perlu menjaga segala data dan kerahasiaan dari para pelanggan atau pengguna fintech kita. Kepercayaan pelanggan menjadi kunci utama dalam industri keuangan. Data menunjukkan bahwa hanya 8% orang-orang yang menggunakan lembaga keuangan percaya dengan lembaga keuangan yang mereka pilih. 

Pelanggaran data dan serangan siber menjadi ancaman yang sangat besar bagi setiap startup yang bergerak di bidang fintech. Jadi, pastikan rekan-rekan pembaca membuat sistem keamanan yang terpercaya dalam menjaga kepercayaan para pelanggan. 

Pilih Anggota Tim yang Kuat. 

Ketika kita memutuskan untuk mendirikan startup fintech, maka kita akan membutuhkan anggota tim yang kuat layaknya bisnis-bisnis lainnya. Kita akan memerlukan para ahli keuangan, ahli teknologi dan para ahli bisnis untuk bisa saling membantu dalam mengembangkan fintech yang kita dirikan. 

Fintech bukanlah sebuah bisnis yang bisa diurus oleh orang-orang yang sembarangan. Semuanya berkaitan dengan uang dan data-data penting dari para pelanggan. Itulah mengapa sebelum kita memutuskan untuk membuat startup fintech, kita perlu memikirkan segala perencanaan secara matang dan memilih orang-orang yang ahli di bidangnya. Dengan begitu keamanan fintech kita akan terjaga dengan baik dan para pengguna pun akan semakin merasa nyaman dalam menggunakan startup fintech kita.

Sediakan Fitur yang Unik dan Bermanfaat bagi Pelanggan 

Nyatanya, sudah cukup banyak orang-orang yang memulai startup fintech mereka. Ini menjadikan persaingan semakin ketat dan sulit. Setiap fintech berusaha untuk menarik perhatian para calon konsumen untuk memilih menggunakan fintech mereka. Hal ini menuntut kita untuk membuat fintech dengan fitur unik dan bermanfaat bagi para pelanggan, sehingga ketertarikan mereka terhadap fintech kita semakin meningkat. 

Apalagi semua startup fintech memiliki pelayanan yang hampir sama seperti, mengatur keuangan pribadi, asuransi, pembayaran, penganggaran, pinjaman, serta investasi bisnis. Bukan tidak mungkin jika startup fintech yang kita dirikan tenggelam di antara fintech lainnya yang berhasil muncul di “permukaan” dan terlihat oleh para konsumen. 

Kenali Siapa Target Pasar 

Setelah ide dan tujuan sudah ditentukan, maka kini pikirkan siapa target pasar. kalian harus mengetahui siapakah target pasar sebenarnya. Namun sebenarnya yang paling penting adalah apakah ada target pasar untuk ide-ide yang kalian miliki tersebut. Hal ini berkaitan dengan poin 1 yang sudah dijelaskan sebelumnya. Dengan mengenali lebih dalam target pasar, kalian bisa menentukan solusi yang tepat untuk permasalahan yang ada. Selera masyarakat terus berubah-ubah dan berkembang setiap waktunya. Sehingga kalian pun juga harus mengikuti perkembangan yang ada. Misalnya saja kalian menargetkan pasar yaitu kaum wanita pada rentang usia 20-35 tahun, maka kalian juga harus selalu update mengenai kebutuhan-kebutuhan yang digunakan target pasar tersebut.

Pahami Ide dan Visi Kalian 

Dalam membangun bisnis startup, bukan hanya modal yang perlu dipersiapkan dengan baik. Namun lebih pada ide dan visi yang dimiliki. kalian harus mengetahui apakah yang ingin dibangun serta manfaat dari ide tersebut. Ide dan visi yang kalian miliki dalam membangun bisnis startup haruslah yang memang berguna dalam kehidupan nyata dan untuk orang banyak. Jangan sampai kalian membuat startup hanya karena pemenuhan hobi semata atau sedang mengikuti tren yang ada. Jika aspek ini tidak diperhatikan dengan baik, maka tentu saja bisnis startup yang dibangun tidak akan berjalan. 

kalian bisa memulai ide-ide tersebut dari sesuatu hal yang mampu ataupun hobi-hobi bermanfaat. Ide yang diberikan tidak harus rumit dan besar. Belajarlah dengan tantangan startup yang memiliki risiko rendah terlebih dahulu sebelum menjalankan sesuatu yang lebih besar. kalian juga bisa mendapatkan ide-ide terbaik lainnya dengan memperhatikan lingkungan di sekeliling. Coba untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan kalian dan temukan solusinya.

Memilih Teknologi yang Tepat

Pemilihan teknologi yang tepat juga sangat penting untuk fintech startup yang akan kita dirikan. Ini memungkinkan agar fintech yang kita dirikan menjadi tepat sasaran dengan target konsumen kita dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik. 

Harus Memiliki Modal yang Cukup Banyak. 

Nyatanya, mendirikan startup fintech perlu memiliki modal yang banyak. Anggota tim kita perlu diambil dari para tenaga ahli, perawatan teknologi, dan lain sebagainya sangat membutuhkan modal banyak dan perencanaan matang. Jadi, siapkan modal yang banyak dan persiapan yang matang ya sebelum membangun startup fintech kita. 

Meskipun beberapa panduan di atas sudah dimiliki oleh kita, namun perlu berkali-kali kita pahami bahwa fintech bukanlah bisnis yang bisa didirikan oleh semua orang. Bisnis ini benar-benar memerlukan keahlian, kreativitas, modal serta mental yang kuat dalam mengarunginya. Terlebih lagi, fintech berhubungan erat dengan teknologi, dan teknologi selalu menawarkan perubahan yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Tuntutan untuk bisa beradaptasi dengan teknologi baru selalu ada setiap waktunya. 

Selain itu, tekanan bagi perusahaan teknologi untuk memberikan hasil yang besar dan cepat juga menjadi alasan bagi kita untuk bersikap hati-hati dalam mendirikan fintech ini. Apabila rekan-rekan Career Advice sudah benar-benar yakin dengan rencana ini, maka kami sangat mendukung kalian untuk segera mengeksekusinya.